Skandal Calciopoli Seperti Bom Atom Bagi Sepakbola Italia

Kekecewaan besar disarakan Alessandro Del Piero terkait dengan kegagalan Tim Nasional Italia melangkah ke ajang Piala DUnia 2018 mendatang. Pada kesempatan wawancara bersama dengan La Gazzetta Dello Sport, eks Juventus tersebut jadi teringat dengan Skandal Calciopoli yang seolah menjadi bom atom yang menghancurkan sepakbola Italia.

Skandal Calciopoli Seperti Bom Atom Bagi Sepakbola Italia

Sebagaimana diketahui, Tim Nasional Italia memang menelan kegagalan pertama sejak tahun 1958 silam untuk melangkah ke turnamen empat tahunan tersebut. Kegagalan ini didasari oleh kekalahan agregat 1-0 melawan Swedia dari dua leg babak play off.

Tentu saja kegagalan ini menyisakan kekecewaan yang besar di hati sejumlah elemen Italia, tidak terkecuali Alessandro Del Piero. Padahal dulunya, sepakbola italia sempat berjaya di Eropa, dan memenangi Piala Dunia di tahun 2006. Diakuinya, Skandala Scudetto yang turut melibatkan bekas klubnya, Juventus, juga menjadi asal usul kehancuran sepakbola Italia, seperti Bom atom.

“Calciopoli seperti bom atom. Pada 2006 sepakbola hancur lebur, saya tidak hanya membicarkan Juventus, Sejak saat itu gelar juara bergengsi dikuasai tim-tim dari luar Italia dan sepakbola terus berkembang di negara lain.”

Lebih lanjut, Del Piero juga mengeluhkan syarat minimal bagi seorang pemain sepakbola untuk dapat berkompetisi di kasta tertinggi, dimana persyaratan tersebut sama sekali tidak terdapat pada negara lain seperti Spanyol misalnya.

“Berat badan saya ketika di Padova adalah 67kg dan ketika itu saya diberitahu tidak akan bisa bermain di Serie A andai tidak menambahnya hingga 80kg. Sejak saat itu saya tidak pernah bermain dengan berat badan lebih dari 80kg. Sementara di Spanyol penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan. Disayangkan memang, Italia mengikuti logika yang bertentangan dengan ide saya tentang sepakbola.” Tandasnya.

Ketika Juventus terkena sanksi Calciopoli dan terdegradasi ke Serie B Italia, Del Piero sendiri tetap bertahan di Turin, dan baru meninggalkan Bianconneri pada tahun 2011.