Kutukan Mengerikan Untuk Juara Piala Konfederasi

Category: Berita Bola 6

Turnamen Piala Konfederasi 2017 telah resmi digulirkan sejak tanggal 17 Juni lalu, dengan tim tuan Rumah Piala Dunia 2018, Rusia, menjadi venue dalam turnamen empat tahunan ini. Berbicara tentang fakta Piala Konfederasi yang mempertemukan jawara setiap benua, kompetisi ini memiliki sejarah dan fakta yang cukup banyak, termasuk mitos kututkan bagi tim pemenangnya.

Kutukan Mengerikan Untuk Juara Piala Konfederasi

Sama seperti edisi sebelum-sebelumnya, Piala Konfederasi tahun ini juga diikuti oleh delapan tim. Ke delapan tim tersebut sendiri berasal dari enam jawara tiap regional, antara lain Juara Piala dunia 2014 Timnas Jerman, Juara Piala Euro 2016 Portugal, Juara Copa America 2016 Chile, Juara Concacaf Meksiko, Juara Piala Afrika Kamerun, Juara Piala Asia Jepang dan Calon Tuan Rumah piala Dunia 2018 Tim nasional rusia sebagai tambahan peserta.

Kompetisi yang juga berlangsung sekali dalam empat tahun, atau satu tahun sebelum Piala Dunia digelar, dianggap sebagai turnamen pemanasan. Tentu saja jika berhasil meraih kemenangan dan menjadi juara, praktis akan menambah motivasi dan optimisme sebuah tim di ajang piala dunia yang berlangsung satu tahun setelahnya.

Tapi, tahukah anda bahwa ada mitos yang cukup menarik tentang juara Piala konfederasi ? Ya, sejak digelar secara resmi pada tahun 1997 silam, tim yang berhasil menjadi kampiun di ajang iala Konfederasi justru selalu mengalami kegagalan di ajang Piala Dunia setahun berselang. Seperti yang telah dialami oleh Brazil, Prancis dan Meksiko.

Yang terbaru adalah tim samba Brazil yang menghajar Spanyol di partai final Piala Konfederasi 2013 dengan skor akhir telak 3-0. Namun faktanya, Brazil yang menjadi tuan rumah di ajang Piala Dunia 2014 justru mengalami kegagalan. Mereka tak hanya sekedar disingkirkan oleh timnas Jerman di babak semifinal, tapi jadi bulan-bulanan di depan pendukung sendiri, dengan kekalahan telak 1-7.

Well, menarik untuk disimak siapa yang akan memenangkan Piala konfederasi 2017 ini dan bagaimana nasib mereka di ajang Piala dunia tahun depan.

Related Articles