Ini Alasan Barcelona Lebih Pilih Pep Guardiola ketimbang Mourinho

Category: Berita Bola 10

PepHal tersebut dituturkan oleh salah seorang eks Wakil Presiden Barcelona yang kini menjabat sebagai salah satu petinggi Manchster City, Ferran Soriano dalam buku autobiografinya. Dikatakan oleh Soriano bahwa Mourinho memiliki prinsip dan filosofi yang bertentangan dengan Barca.

Manajer Anyar Manchester united, Jose Mourinho ternyata sempat menjadi pilihan yang dipertimbangkan Barcelona untuk menjadi pelatih tim utama gantikan Frank Rijkaard pada tahun 2008 silam. Kita semua tahu, Barcelona saat itu mendepak Rijkaard dari kursi pelatih untuk kemudian digantikan oleh Guardiola yang benar-benar berhasil mengubah wajah Barcelona, hadirkan Treble winner pertama dalam sejarah klub dan dua trofi Liga Champions Eropa. Namun faktanya, sebelum memilih Pep, Barca sempat mempertimbangkan Mourinho, melihat rekam karir sang pelatih Portugal yang dulunya sempat menjadi assisten pelatih di Barcelona. Tapi, akhirnya Barca menjatuhkan pilihan kepada Pep, karena alasan yang kemudian dibeberkan oleh Ferran Soriano, eks Wakil Presiden Barcelona.

“Pelatih yang kami pilih saat itu adalah sosok yang mesti permanen, setiap pekan mereka bisa mewakili klub. Dia harus bisa bertindak dengan sangat hati-hati setiap saat. Menghargai tim lawan, wasit dan institusi lain secara umum. Fair play! Itu yang paling utama”

“Pelatih yang kami inginkan tidak boleh menyerang media atau menciptakan kontroversi palsu lewat media. Akan tetapi fokus pada aspek-aspek yang berhubungan dengan tim, dari pertandingan dan bagaimana cara tim ini bekerja.”

“Pep adalah sosok yang selalu lebih senang bekerja dengan grup yang lebih kecil dengan kondisi dan situasi yang lebih stabil dan tidak banyak terdapat kompetisi internal tim. Pep adalah sosok yang lebih memilih untuk bekerja dengan 14 sampai 15 pemain saja yang sangat dia percaya. Hasil akhirnya adalah gaya bermain yang sangat stabil dan di ruang ganti tidak banyak terdapat konflik.”

“Strategi Mou cukup berbeda. Apakah di Chelsea, Inter Milan atau Real Madrid, Mourinho bekerja dengan grup yang umumnya lebih besar. Dengan banyak pemain bintang dan top dunia, bersaing untuk menembus skuat utama. Mourinho memiliki prinsip tugas komplex dari mengelola ego-ego pemain sehingga banyak talenta yang berada dalam genggamannya,” Jelas Soriano dalam buku autobiografinya yang berjudul ’Goal : Bola tidak masuk ke gawang karena fans’.

Related Articles