Gabigol enggan dicap Sebagai Pemain Gagal

Pemuda Brazil, Gabriel Barbosa, atau yang dikenal juga dengna sebutan Gabigo, tidak setuju dengna anggapan publik yang mengklaim dirinya sebagai striker gagal di Eropa, setelah menjalani musim debut yang mengecewakan bersama Inter Milan.

Gabigol enggan dicap Sebagai Pemain Gagal

Pada awal kemnunculannya, Gabigol memang diprediksi akan menjadi bintang masa depan, mengingat dia tampil gemilang saat membela Santos, dengan mengantarkan klub tersebut merengkuh trofi Copa Libertadores dan di saat yang bersamaan membawa Brazil membawa pulang trofi Olympiade 2016.

Tak heran jika kemudian Inter Milan mati-matian berjuang untuk mendapatkan servis sang pemain pada burs atransfer musim panas taun 2016. Hanya saja, performa Gabigol di musim debutnya di Eropa bersama dengan Nerazzuri terbilang mengecewakan. Bahkan, dia tidak pernah mencatatkan penampilan sebagai starter dan hanya mencetak satu gol saja.

Karena penampilanya yang dibawah ekspektasi, dan usaha inter milan untuk menekan pengeluaran klub, akhirnya pada musim panas kemarin, Gabigol dipinjamkan ke klub Portugal, Benfica, dengan kesepakatan satu musim peminjaman.

Karenanya, orang-orang beranggapan bahwa Gabriel Barbosa memang sudah gagal dalam usahanya berkembang di Eropa. Dia dicap sebagai Talenta muda yang gagal. Namun, Gabigol sendiri menolak julukan tersebut.

“Saya tak berpikir saya gagal di Inter. Sangat sulit bagi pemain asal Brasil yang datang ke Eropa untuk mencetak 20 atau 30 gol di tahun pertamanya. Sepakbola Eropa sangat berbeda dan bervariasi dari satu negara ke negara lain, Italia sangat berbeda dengan Brasil dan Portugal. Saya harus membiasakan diri,”

“Saya sekarang berada di Portugal, di ana sepakbola lebih cepat dan lebih dinamis. Saya harus bersabar dan menunggu kesempatan saya, saya memberikan segalanya untuk tim saya dan yang terpenting adalah tim menang, bukan lagi tentang saya mencetak gol. Gol akan tiba secara natural, saya tak mencarinya secara obsesif,” ujarnya.