Carlo Ancelotti Bela Jose Mourinho dari Hujan Kritik

Category: Berita Bola 7

Ditegaskan oleh Ancelotti, bahwa Jose Mourinho bukanlah sosok pesulap dengan tongkat sihirnya yang bisa mengubah sebuah tim untuk begitu saja memenangkan semua pertandingan dan meraih gelar juara. Baginya, sangat penting bagi semua orang untuk tidak lupa bahwa musim lalu adalah musim yang buruk bagi Manchester United.

Carlo Ancelotti Bela Jose Mourinho dari Hujan Kritik

Pelatih Bayern Munchen, Carlo Ancelotti, melakukan pembelaan terhadap kritik yang menghujani Jose Mourinho terkait dengan tiga kekalahan beruntun yang diraih Manchester United asuhannya selama dua pekan terakhir.

Sebagaimana diketahui, bahwa Performa Setan merah memang mengecewakan dalam beberapa pekan terakhir, dimana mereka menelan kekalahan di tiga laga terakhirnya secara beruntun, masing-masing melawan Manchester City, Feyenoord Rotterdam dan terakhir ketika berhadapan dengan Watford. Sederet hasil buruk tersebut lantas menghadirkan banjir kritik bagi para penggawanya tak terkecuali pada sang manajer, Jose Mourinho.

Sosok pelatih asal Portugal yang sepanjang karirnya sejauh ini pernah memenangkan sepasang gelar Liga Champions tersebut disindir telah kehilangan sentuhannya, sejak gagal bersama Chelsea musim lalu. Akan tetapi, Carlo Ancelotti, selaku manajer Bayern Munchen, membela situasi Mou. Ia menyebut sang rekan bukanlah pesulap, karena butuh proses untuk membuat tim sebesar Manchester United untuk kembali bangkit dari keterpurukan.

“Jose Mourinho? Dia bukanlah pesulap, dia tidak memiliki tongkat ajaib, Semua pasti membutuhkan waktu. Musim lalu tidak berjalan dengan bagus untuk United. Penting bagi semua orang untuk tidak melupakan hal tersebut,” bela Ancelotti, seperti dikutip Sky Sport.

Manchester United sendiri pada akhirnya berhasil meraih kemenangan dalam laga tengah pekan kemarin melawan Queens Park Rangers di ajang Piala Liga. Tapi tentu saja, tugas Mourinho akan semakin bertambah, karena tiga kekalahan dibayar dengan satu kemenangan saja tidak akan cukup.

Related Articles