25 Tahun Berlalu, Argentina masih Puasa Gelar

Category: Berita Bola 23

Tim Nasional Argentina gagal melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2018 ini setelah kekalahan tipis 3-4 dari Prancis pada babak 16 besar. Dengan kegagalan tersebut, berlanjut sudah paceklik gelar juara yang dialami Les Albiceleste sejak 25 tahun yang lalu.

25 Tahun Berlalu, Argentina masih Puasa Gelar

Tim Nasional Argentina pada awalnya difavoritkan untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2018 ini, melihat fakta sederet pemain bintang yang mereka miliki, termasuk diantaranya pemain terbaik dunia dalam diri Lionel Messi. Tak hanya itu, Argentina juga masih menyandang status sebagai runner up pada gelaran Piala Dunia sebelumnya di Brazil.

Namun yang terjadi di atas lapangan sedikit berbeda, tim besutan Jorge Sampaoli jatuh bangun di babak penyisihan Group. Mereka bahkan nyaris saja gagal melaju ke babak gugur setelah bermain imbang melawan Islandia pada laga perdana, dan kalah 0-3 di tangan Kroasia pada pertandingan kedua.

Untung saja, pada partai terakhir melawan nigeria, Argentina berhasil mendapatkan tiga poin berkat kemenangan tipis 2-1. Mereka melaju ke babak 16 besar, dan berhadapan dengan Prancis. Pada pertandingan tersebut, Argentina sempat unggul 2-1, namun Prancis kemudian membalas dengan tiga gol, sementara Argentina hanya mampu mencetak satu gol tambahan sebelum laga usai.

Alhasil, Messi cs telan kekalahan dengan skor akhir 3-4, dimana kekalahan tersebut juga memaksa mereka angkat koper lebih awal dari ajang empat tahunan ini. Itu merupakan eliminasi yang menggenapi puasa gelar Argentina selama 25 tahun terakhir alias sudah seperempat abad lamanya tanpa mahkota juara!

Terakhir kali Argentina merebut titel mayor terjadi pada 1993 silam. Saat itu, Gabriel Batistuta menginspirasi kampanye manis Argentina di Ekuador dengan menjadi kampiun Copa America. Sejak itu, TIm Tango tak pernah berjaya lagi.

Memang benar bahwa Argentina telah memenangi dua turnamen Olimpiade secara beruntun, masing-masing di tahun 2004 dan 2008, namun kedua kompetisi tersebut tidak dihitung sebagai kompetisi Major.

Related Articles